Pages

Senin, 03 Oktober 2011

Kas Surat Berharga dan Bank

Kas terdiri dari dari uang uang kertas, uang logam, cek yang belum disetorkan, simpanan dalam bentuk giro, traveller’s cheks, cashier’s checks, bank draft, dan
money order.

1. Uang kertas

Uang kertas adalah uang yang terbuat dari kertas dengan gambar dan cap tertentu dan merupakan alat pembayaran yang sah. Menurut penjelasan UU No. 23 tahun 1999 tentang Bank Indonesia, yang dimaksud dengan uang kertas adalah uang dalam bentuk lembaran yang terbuat dari bahan kertas atau bahan lainnya (yang menyerupai kertas).

2. Uang logam

Uang logam biasanya terbuat dari emas atau perak karena emas dan perak memenuhi syarat-syarat uang yang efesien. Karena harga emas dan perak yang cenderung tinggi dan stabil, emas dan perak mudah dikenali dan diterima orang. Di samping itu, emas dan perak tidak mudah musnah. Emas dan perak juga mudah dibagi-bagi menjadi unit yang lebih kecil. Di zaman sekarang, uang logam tidak dinilai dari berat emasnya, namun dari nilai nominalnya. Nilai nominal itu merupakan pernyataan bahwa sejumlah emas dengan berat tertentu terkandung di dalamnya.

3. Cek yang belum disetorkan
Cek yang oleh perusahaan sudah dicatat sebagai penerimaan tetapi belum dicatat oleh bank, atau cek yang sudah dicatat sebagai penerimaan oleh bank tetapi belum dicatat oleh perusahaan. Namun dapat juga diartikan sebagai cek yang sudah dicatat oleh perusahaan sebagai pengeluaran tetapi bank belum mencatatnya, ataupun cek yang sudah dicatat oleh bank sebagai pengeluaran tetapi belum dicatat oleh perusahaan.

4. Simpanan dalam bentuk giro

Pengertian giro menurut Undang-undang Perbankan nomor 10 tahun 1998 adalah simpanan/dana pihak ketiga, dimana penarikannya dapat dilakukan setiap saat dengan menggunakan media yaitu cek (cheque), bilyet giro dan sarana perintah pembayaran lainnya.

5. Traveller’s cheks

Travellers cheque yaitu cek wisata atau cek perjalanan yang digunakan untuk bepergian. Traveler’s cek pertama kali diterbitkan pada tanggal 1 Januari 1772 oleh London Credit Exchange Company untuk digunakan dalam sembilan puluh kota-kota Eropa, dan pada tahun 1874 Thomas Cook telah mengeluarkan ‘circular notes’ (surat edaran) yang beroperasi pada caraTravellers chaque tersebut.
Travellers cheque yaitu cek wisata atau cek perjalanan yang digunakan untuk bepergian.

6. Cashier’s checks

Sebuah cek kasir (kasir cek, cek bank, cek resmi, demand draft, cek kasir, bank draft atau cek bendahara) adalah pemeriksaan dijamin oleh bank. Mereka diperlakukan sebagai dana dijamin dan biasanya dibersihkan pada hari berikutnya. Ini adalah hak pelanggan untuk meminta "hari berikutnya ketersediaan" ketika menyerahkan cek kasir secara pribadi. Sebagian besar bank tidak jelas mereka langsung. Namun, bank diijinkan untuk mengambil kembali uang dari "membersihkan" cek satu atau dua minggu kemudian jika pengolahan selanjutnya menemukan itu menjadi penipuan. Karena pelanggan percaya bahwa cek telah ditemukan valid dan telah dikonversi menjadi kas di tangan, pelanggan mudah ditipu oleh skema yang meminta mereka untuk berpisah dengan barang atau sebagian dari uang itu jika dibersihkan pada waktu yang tepat.

7. Bank draft
Sebuah cek yang ditarik oleh salah satu bank terhadap dana disetorkan ke rekening tersebut pada bank lain, otorisasi bank kedua untuk melakukan pembayaran kepada individu yang disebutkan dalam draft.

8. Money order

Keuangan instrumen, yang dikeluarkan oleh bank atau lembaga lain, yang memungkinkan individu bernama pada perintah untuk menerima sejumlah tertentu uang tunai pada permintaan. Sering digunakan oleh orang-orang yang tidak memiliki rekening giro. Salah satu manfaat utama dari tatanan uang adalah bahwa ia lebih dipercaya dari cek pribadi, karena prabayar. Wesel dapat diperoleh di banyak lokasi, termasuk kantor pos, toko kelontong, atau bank, dan mungkin memerlukan biaya yang kecil.



Sumber:
http://en.wikipedia.org/wiki/Cashier%27s_check
http://www.investorwords.com/3109/money_order.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Jenis-jenis_uang
http://akuntansi-10.blogspot.com/2011/03/materi-kuliah.html
http://www.investorwords.com/404/bank_draft.html

Selasa, 27 September 2011

Indonesia Akan Jadi Negara Maju Tahun 2025

Medan (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan pada tahun 2025 Indonesia akan menjadi negara maju dan merupakan kekuatan 12 besar dunia melalui pertumbuhan ekonomi tinggi yang inklusif dan berkelanjutan.
"Untuk menjadi negara maju tersebut ada beberapa hal yang harus dilakukan mulai saat ini, yakni pengembangan mutu modal manusia, pemanfaatan seluruh sumber pembiayaan pembangunan, pola pengelolaan anggaran dan kekayaan negara yang lebih baik," katanya di Medan, Senin.
Hal tersebut dikatakannya pada kuliah umum di Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) dengan judul" Mewujudkan Masyarakat Yang Lebih Sejahtera Melalui Implementasi Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia".
Kemudian, lanjut Hatta, yang perlu juga dilakukan adalah tetap mempertahankan keberlanjutan jaminan sosial dan penanggulangan kemiskinan, dan mengubah mindset terutama pada kalangan muda.
"Untuk menuju visi menjadi negara maju tersebut, yang paling pertama dilakukan adalah merubah mindset atau cara pandang terutama pada kalangan muda," katanya.
Selanjutnya Hatta mengatakan, manusia harus memulai segala sesuatu dengan cara merubah pola berpikirnya. Kalau pola pikir tersebut sudah baik dan sesuai dengan pandangan kedepan, maka langkah yang akan diambil juga akan sesuai dengan yang diharapkan.
Cara pandang yang diharapkan adalah bagaimana kalangan muda lebih memiliki jiwa enterpreneurship atau kewirausahaan. Mengingat Indonesia memiliki berbagai Sumber Daya Alam (SDA) yang melimpah.
Dengan SDA yang melimpah dan diselaraskan dengan jiwa kewirausahaan kalangan muda, maka kedepan Indonesia tidak akan lagi mengekspor, namun akan mengolah sendiri SDA tersebut.
"Dengan mengelola sendiri SDA tersebut, maka upaya percepatan ekonomi Indonesia dapat terwujud. Tahun 2025 kita harus bisa sejajar dengan negara-negara maju, ini adalah tugas mahasiswa sekarang dan harus segera merubah mindset untuk mengembangkan jiwa kewirausahaan," katanya.
Usai memberikan kuliah umum, Hatta Rajasa juga berkesempatan menanda tangani prasasti pembangunan gedung kuliah F UMSU serta memberikan bantuan dana sebesar Rp100 juta.


Medan (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan pada tahun 2025 Indonesia akan menjadi negara maju dan merupakan kekuatan 12 besar dunia melalui pertumbuhan ekonomi tinggi yang inklusif dan berkelanjutan.
"Untuk menjadi negara maju tersebut ada beberapa hal yang harus dilakukan mulai saat ini, yakni pengembangan mutu modal manusia, pemanfaatan seluruh sumber pembiayaan pembangunan, pola pengelolaan anggaran dan kekayaan negara yang lebih baik," katanya di Medan, Senin.
Hal tersebut dikatakannya pada kuliah umum di Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) dengan judul" Mewujudkan Masyarakat Yang Lebih Sejahtera Melalui Implementasi Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia".
Kemudian, lanjut Hatta, yang perlu juga dilakukan adalah tetap mempertahankan keberlanjutan jaminan sosial dan penanggulangan kemiskinan, dan mengubah mindset terutama pada kalangan muda.
"Untuk menuju visi menjadi negara maju tersebut, yang paling pertama dilakukan adalah merubah mindset atau cara pandang terutama pada kalangan muda," katanya.
Selanjutnya Hatta mengatakan, manusia harus memulai segala sesuatu dengan cara merubah pola berpikirnya. Kalau pola pikir tersebut sudah baik dan sesuai dengan pandangan kedepan, maka langkah yang akan diambil juga akan sesuai dengan yang diharapkan.
Cara pandang yang diharapkan adalah bagaimana kalangan muda lebih memiliki jiwa enterpreneurship atau kewirausahaan. Mengingat Indonesia memiliki berbagai Sumber Daya Alam (SDA) yang melimpah.
Dengan SDA yang melimpah dan diselaraskan dengan jiwa kewirausahaan kalangan muda, maka kedepan Indonesia tidak akan lagi mengekspor, namun akan mengolah sendiri SDA tersebut.
"Dengan mengelola sendiri SDA tersebut, maka upaya percepatan ekonomi Indonesia dapat terwujud. Tahun 2025 kita harus bisa sejajar dengan negara-negara maju, ini adalah tugas mahasiswa sekarang dan harus segera merubah mindset untuk mengembangkan jiwa kewirausahaan," katanya.
Usai memberikan kuliah umum, Hatta Rajasa juga berkesempatan menanda tangani prasasti pembangunan gedung kuliah F UMSU serta memberikan bantuan dana sebesar Rp100 juta.


 http://id.berita.yahoo.com/indonesia-akan-jadi-negara-maju-tahun-2025-173346962.html

17 Negara Akan Hadiri Seminar Internasional Gaharu

Koba, Bangka Tengah (ANTARA) - Sebanyak 17 negara pengimpor dan pengekspor gaharu, akan menghadiri seminar internasional tanaman gaharu di Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Bangka Belitung untuk membuktikan bahwa tanaman gaharu bukan jenis tanaman langka.
"Seminar ini diharapkan memberikan informasi kepada peserta dan negara lainnya yang beranggapan gaharu tanaman langka yang sulit dibudidayakan dan tidak boleh diperjualbelikan, buktinya tanaman tersebut dapat dibudidayakan secara masal," ujar Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Bangka Tengah, Mahmudin Ibrohim di Koba, Selasa.

Ia menjelaskan, 17 negara tersebut terdiri atas sembilan negara pengekspor gaharu yakni Bangladesh, Bhutan, Kamboja, India, Myanmar, Philiphina, Thailand, Vietnam dan Nepal. Selain itu delapan negara pengimpor gaharu seperti Singapura, Jepang, Arab Saudi, Kuwait, perwakilan dari Sekretariat CITES (Swis), China, Uni Eropa dan Amerika Latin.
Ia mengatakan, seminar akan diselenggarakan pada 22-23 November 2011 di Bangka Tengah, Provinsi Babel dengan pembicara kunci dari
Kementerian Kehutanan RI, Saintivic Authority, Plant Comunity Asia dan
Sekretarian Cites serta (24/11) Fieldtrip di perkebunan gaharu di Desa Lubuk Pabrik.
"Seminar internasional tersebut terlaksana atas kerja sama Kementerian Kehutanan RI dengan Sekretariat CITES dengan total peserta dari dalam dan luar negeri diprediksi sekitar 150 orang dan Kabupaten Bangka Tengah hanya ditunjuk sebagai tuan rumah," ujarnya.
Selain itu, terdapat juga peserta seminar dari dalam negeri
diantaranya Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Kehutanan
(Puslitbanghut) dan seluruh Dinas Kehutanan se provinsi Babel.
Secara administratif Kabupaten Bangka Tengah memiliki luas wilayah 2.037,88 kilometer yang terbagi menjadi 6 kecamatan yakni
Kecamatan Koba dengan luas wilayah 335,65 kilometer persegi, Pangkalan Baru 101,94 km2, Sungai Selan 567,52 km2, Simpang Katis 224,82 km2, Lubuk Besar 203,94 km2 serta Namang 604,01 km2.

Sementara berdasarkan hasil sensus penduduk 2010, Kabupaten Bangka Tengah dihuni sekitar 161.075 jiwa dengan rincian 84.394 jiwa
berjenis kelamin laki-laki dan 76.681 jiwa perempuan dengan kepadatan penduduk 76 orang per kilometer persegi.
Jumlah keseluruhan tanaman gaharu di Kabupaten Bangka Tengah 380.871 pohon merupakan jenis gaharu budi daya yang tersebar di enam kecamatan dengan rincian Kecamatan Sungai Selan sebanyak 19.189 pohon, Simpang Katis 20.314 pohon, Lubuk Besar 79.520 pohon, Namang 23.666 pohon, Pangkalan Baru 3.239 pohon, Koba 9.243 pohon dan bantuan dari bibit gratis 2010 225.700 pohon.
Sedangkan gaharu alam sebanyak 2.473 pohon dengan rincian di Kecamatan Sungai Selan 394 pohon, Simpang Katis 131 pohon, Lubuk Besar 968 pohon, Namang 702 pohon, Pangkalan Baru 260 pohon dan Koba 18 pohon.
Ia berharap, dijadikannya Kabupaten Bangka Tengah sebagai tuan rumah pada seminar internasional gaharu ke depannya dapat berdampak positif dan menunjukkan kepada dunia internasional bahwa bagi daerah tersebut potensial dikembangkan gaharu.
Diharapkan ke depannya setelah pelaksanaan seminar tersebut Provinsi Babel umumnya dan Kabupaten Bangka Tengah khususnya menjadi lebih dikenal dengan berbagai potensi unggulan guna mendukung investor menanamkan modalnya, ujarnya.

http://id.berita.yahoo.com/17-negara-akan-hadiri-seminar-internasional-gaharu-041729684.html

IMF: Ekonomi Dunia Masuk Fase Bahaya


Rabu, 21 September 2011 | 16:27 WIB

Dari kiri: Presiden Kazakhtan Nursultan Nazarbayev, Perdana Menteri Cina Wen Jiabao, dan Presiden Pakistan Asif Ali Zardari, dalam pertemuan yang membahas krisis global yang sedang melanda, di Boao, Cina (18/4). Foto: AP / Elizabeth Dalziel

<a href='http://openx2.tempointeraktif.com/www/delivery/ck.php?n=a6f00733&cb=' target='_blank'><img src='http://openx2.tempointeraktif.com/www/delivery/avw.php?zoneid=400&cb=&n=a6f00733' border='0' alt='' /></a>
TEMPO Interaktif, Washington - Belum genap sepekan Bank Dunia mengeluarkan pernyataan perekonomian dunia masuk zona berbahaya, hari ini, Rabu 21 September 2011, menyusul lembaga Dana Moneter Internasional (IMF) menguatkan peringatan tersebut. Kepala IMF Olivier Blanchard menyebut perekonomian dunia telah memasuki,fase baru yang berbahaya. Organisasi donor internasional ini menurunkan prospek ekonomi untuk Amerika Serikat dan Eropa sampai akhir tahun depan.

IMF memperkirakan ekonomi Amerika Serikat hanya tumbuh 1,5 persen tahun ini dan 1,8 persen pada 2012. Itu turun dari perkiraan pada Juni sebesar 2,5 persen pada 2011 dan 2,7 persen tahun depan.

Sebagian besar ekonom memperkirakan pertumbuhan antara 1,5 persen dan 2 persen dalam dua kuartal terakhir. Meski ada perbaikan, itu tidak akan cukup untuk menurunkan tingkat pengangguran yang menyentuh angka 9 persen.

"Perekonomian global telah memasuki fase baru yang berbahaya," kata Olivier Blanchard, kemarin. "Pemulihan ekonomi melemah, diperlukan kebijakan yang kuat untuk meningkatkan prospek dan mengurangi risiko."

IMF juga menurunkan prospek untuk 17 negara yang menggunakan euro. Lembaga ini memprediksi pertumbuhan di kawasan Eropa 1,6 persen tahun ini dan 1,1 persen tahun depan, turun dari proyeksi bulan Juni 2 persen dan 1,7 persen, masing-masing.

"Pasar lebih skeptis tentang kemampuan banyak negara menstabilkan utang publik mereka," kata Blanchard.

Secara keseluruhan IMF memperkirakan pertumbuhan global sebesar 4 persen untuk tahun ini dan tahun depan. Pertumbuhan yang lebih kuat di Cina, India, Brasi,l dan negara-negara berkembang diimbangi output yang lemah di Amerika Serikat dan Eropa.

Perekonomian dunia diperberat dengan kondisi Amerika. Menurut IMF, permasalahan di negeri Abang Sam itu akan berlangsung lama karena tingginya harga gas akibat krisis Jepang.

Usulan Presiden Barack Obama untuk memotong pajak dan membelanjakan lebih banyak pada infrastruktur menurut IMF menjadi stimulus jangka pendek. Diperlukan rencana jangka panjang untuk mengurangi defisit anggaran. "Waktu pemotongan anggaran adalah kunci," kata Blanchard.

Obama pada hari Senin lalu mengusulkan kenaikkan pajak dan pemotongan belanja lebih dari 10 tahun. Proposal akan dipertimbangkan oleh panel kongres diisi dengan mencari US$ 1,5 triliun dalam pengurangan defisit tahun ini.

Kedua usulan Obama, baik peningkatan pajak maupun pembukaan lapangan kerja, menghadapi oposisi keras dari Partai Republik. Mereka menentang setiap kenaikan pajak dan telah mengecam keras rencana Presiden.

Para ekonom menyebut dari 187 negara anggota IMF yang memiliki pinjaman saat ini dalam kesulitan keuangan. Pekan ini IMF akan mengadakan pertemuan tahunan dengan Bank Dunia di Washington.

Presiden Bank Dunia Robert Zoellick meminta Eropa, Amerika, dan Jepang segera membuat keputusan penyelematan ekonomi agar tak meruntuhkan perekonomian global.

"Mereka telah menunda terlalu lama untuk mengambil keputusan. Kini tinggal sedikit pilihan dan semua menyakitkan," kata Zoellick dalam pidato di Universitas George Washington pekan lalu.


http://www.tempointeraktif.com/hg/perbankan_keuangan/2011/09/21/brk,20110921-357490,id.html

Kisah Kecil dari Mereka yang Terbuang

Beberapa waktu lalu, menjelang 30 September, Yahoo! Indonesia mengundang komentar dan tanggapan dari pembaca soal Gerakan 30 September 1965. Sejarah atau cerita yang terjadi pada dan sesudah tanggal itu layak disebut misteri terbesar Indonesia sejak keruntuhan Orde Baru.

Pada masa Orde Baru, apa yang terjadi pada dan sesudah 30 September 1965 berupaya 'dijelaskan' lewat pemutaran film 'Pengkhianatan G 30 S/PKI' yang disutradai oleh Arifin C Noer. Di dalam film tersebut dan lewat pelajaran sejarah di sekolah-sekolah, kita semua diajarkan mengenai satu versi sejarah yang absolut akan apa yang terjadi.

Setelah kejatuhan Orde Baru, kita pun mendengar berbagai versi lain, cerita-cerita dari mereka di masyarakat yang hidupnya dijalani dengan stigma sebagai 'bekas anggota PKI' terlepas dari benar atau tidaknya tuduhan tersebut.

Kami pun berupaya menanyakan pada pembaca Yahoo! Indonesia, apa yang mereka pikirkan ketika mendengar kata 'komunisme' atau PKI? Apa yang mereka yakini terjadi setelah 30 September 1965? Dan percayakah mereka pada penjelasan versi pemerintah yang diberikan selama ini?

Salah satu hasil survey kami adalah, ada 58% pembaca Yahoo! Indonesia yang tidak percaya dengan penjelasan sejarah G 30 S versi pemerintah. Untuk bisa menjawab, pembaca harus terdaftar dan login ke akun Yahoo! mereka. Sampai survey berakhir pada 22 September 2011, ada 4791 orang yang berpartisipasi. Sekitar 19% (891 orang) mengaku percaya dengan penjelasan versi pemerintah, sementara 16% (750 orang) menjawab 'menunggu penjelasan lebih lanjut', dan 7% (348) menjawab 'tidak tahu'.

Sementara pada jajak pendapat lain yang kami adakan lewat artikel "Pertanyaan Berulang di Akhir September", kami menanyakan, apakah PKI masih menjadi ancaman bagi bangsa? Ada 56% yang menjawab tidak, dan sisanya, 44% menjawab ya.

Banyak pembaca kami yang menganggap bahwa apa yang berawal pada 30 September 1965 adalah buah dari pertentangan politik, baik itu kepentingan asing yang berusaha memprivatisasi aset-aset di Indonesia, kepentingan antara elite militer di angkatan bersenjata, penggulingan presiden, sampai pertentangan kepentingan asing dampak dari berlangsungnya Perang Dingin.

Tapi banyak juga pembaca yang menginginkan sebuah penjelasan logis dari pemerintah kini akan apa yang terjadi di masa lalu. Seperti yang dikatakan Lu Ay, "G 30 September 1965 sebagai suatu peristiwa harus ditulis secara jujur, agar bangsa ini terbiasa menerima informasi yang benar."   

"Saya setuju apa yang dikatakan oleh Asvi Warman Adam, bahwa mengenai siapa pelaku G30S banyak melibatkan orang, dan banyak versinya, tidak bisa bahwa sebuah organisasi dihukum telah melakukan itu. Padahal dalam peristiwa itu banyak terlibat unsur PKI, tentara, masyarakat sipil, dll. Kita menunggu para sejarawan menuliskan peristiwa itu sebagai bgian dari rentetan peristiwa nasional dalam sejarah Indonesia."

Mudjianto Mw juga mengatakan hal yang sama, "Saya yang lahir sebelum G 30 S 1965 sangat ingin tahu apa sebenarnya yang terjadi pada bangsa ini dan di mana SUPERSEMAR sekarang ini? Dan apa dosa-dosa pengikut PKI kok semuanya dimusnakan? Setahu saya, sebab waktu itu apabila tidak ikut PKI, tidak mendapatkan pekerjaan. Sama halnya dengan Orde Baru dulu, yang tidak masuk organisasi tertentu juga akan tersisih."

Jika menunggu penjelasan dari pemerintah akan peristiwa G 30 September 1965 sudah tidak memungkinkan, ada satu lagi yang bisa difokuskan. Yaitu permintaan maaf dari pemerintah Indonesia serta pemulihan nama baik mereka-mereka yang tanpa bukti jelas keterlibatannya, harus hidup dengan stigma 'bekas anggota PKI'.

Beberapa pembaca kami mengirim contoh-contoh kasus tersebut. Seperti yang dikirim oleh Rdbmanze, ia bertanya, seberapa kita semua tahu akan beban yang harus dipikul oleh keluarga mantan anggota PKI.

"Tidak semua orang-orang yang masuk blacklist adalah benar-benar anggota PKI. Ada yang ditulis karena berdasarkan ketidaksenangan, kecemburuan sosial. Ada seorang guru SD di kampung saya, yang selama hidupnya hanya mengabdi pada sekolah. Karena ada seseorang yang merasa sirik terhadap guru tersebut, maka dilaporkanlah si guru ke Koramil setempat sebagai simpatisan PKI. Alhasil ditangkaplah beliau."

"Seberapa banyaknya beliau membantah dan mengelak sampai menghadirkan saksi, tidak dapat membantu beliau keluar dari daftar hitam PKI. Sekali PKI tetap PKI. Setelah ditangkap beberapa minggu Kemudian keluar surat pemecatan dari Dinas Pendidikan setempat dan sampai akhir hayatnya beliau tidak pernah bisa mengajar lagi dan jadi guru di sekolah manapun di negeri ini. Keluarga beliau pun jadi korban, anak-anak beliau tidak diterima di sekolah negeri manapun, bahkan di perguruan tinggi negeri."

Dia bukan satu-satunya pembaca kami yang mengirim cerita seperti itu. Ada juga, Edi. "Di sini saya mewakili bapak saya dan pada waktu itu tercatat sebagai pegawai Dinas PU Jawa Tengah. Sejak adanya kejadian G 30 S PKI, beliau diberhentikan sementara tanpa mendapatkan gaji dan lainnya satu sen pun dari instansi terkait."

"Dan sudah jelas beliau tidak terlibat dengan peristiwa tersebut, sampai saat ini beliau ingin memperjuangkan haknya yang sampai saat ini tidak terlaksana, atau hak beliau untuk mendapatkan kehidupan yang layak sebagai pegawai PU. Belum lama ini saya sudah coba datang ke instasi terkait sewaktu beliau bekerja tapi jawabannya mengecewakan sekali. saya berkeinginan adanya orang atau instansi manapun untuk bisa membantu dalam memperjuangkan yang semestinya menjadi hak orang tua saya."

Ini baru contoh-contoh kecil akan perampasan hak mencari penghidupan yang terjadi akibat stigma PKI. Belum lagi mereka yang harus diadili dan dipenjara tanpa bukti-bukti kuat akan keterlibatannya dalam peristiwa G 30 S. Atau malah, mereka yang harus menjadi korban jiwa atas nama pembersihan politik.



http://id.berita.yahoo.com/kisah-kecil-dari-mereka-yang-terbuang.html;_ylt=AukmbSZKWxI3PazpkFOXljSAV8d_;_ylu=X3oDMTNsaDZtbm1iBG1pdAMEcGtnAzJhODQxN2UyLTcxMzAtMzdlYS1hMDFhLTMxN2FjYWRlNzQxZARwb3MDNgRzZWMDbG5fQmVyaXRhVGVya2luaV9nYWwEdmVyA2UwYjdmMmVhLWU4ZjUtMTFlMC04ZTllLWI3NjhiNjRmMmI4Yg--;_ylv=3

PBB Serukan Penyelamatan Dunia lewat 'Ekonomi Hijau'

REPUBLIKA.CO.ID,BANDUNG - Green Economy menjadi salah satu upaya penyelamatan lingkungan. Sistem ini sangatlah penting untuk melawan perubahan iklim yang kini semakin meluas dan berdampak buruk.
Direktur Program Lingkungan PBB, Achim Steiner, mengatakan orang-orang memanfaatkan ekonomi untuk melawan perubahan. Maka untuk melawan perubahan iklim, penduduk dunia harusnya juga menggunakan green economy sebagai upaya penyelamatan lingkungan.
Green economy yang dimaksud di sini adalah bekerja sehemat mungkin agar tidak menimbulkan hal yang merusak lingkungan. Seperti misalnya mematikan pendingin udara sepenuhnya.
Para anak-anak dan remaja merupakan sasaran tepat untuk memulai program tersebut. Para orangtua bertugas untuk terus memberitahu generasi berikutnya mengenai keadaan lingkungan mereka.
"Kalau terus disosialisasikan terus-menerus dari generasi ke generasi, bukan tidak mungkin green economy akan berhasil melestarikan lingkungan,'' ujarnya.
Perwakilan ILO, Vincent Jugaout, mengungkapkan ramah lingkungan juga dapat diaplikasikan pada green job. Maksudnya adalah lingkungan dan bisnis yang ramah.
Menteri Lingkungan Hidup, Gusti Muhammad Hatta, berkata Indonesia terus meningkatkan energi ramah lingkungan. Beberapa provinsi telah membuat peraturan daerah mengenai hal ini. Daerah seperti NTT telah menggunakan lampu jalan tenaga surya.


http://id.berita.yahoo.com/pbb-serukan-penyelamatan-dunia-lewat-ekonomi-hijau-052632120.html

Krisis Global dan Antisipasi Indonesia

Menjelang berakhir 2011, perekonomian global kembali dihadapkan dengan situasi yang tidak menggembirakan, khususnya dari Amerika Serikat (AS) dan Eropa. Kondisi perekonomian AS masih melemah dan tertekan oleh tingginya pengangguran. Kondisi ekonomi Eropa juga semakin mengkhawatirkan.

Tingginya kekhawatiran pasar terhadap posisi fiskal Italia dan Spanyol telah membuat Bank Sentral Eropa akhirnya memutuskan untuk mengambil langkah darurat dan mulai meningkatkan program pembelian asetnya dengan membeli obligasi pemerintah Italia dan Spanyol.

Pertumbuhan ekonomi dunia secara umum juga terlihat melemah, sebagaimana ditunjukkan oleh data-data Purchasing Manager Index (PMI) global.

Berdasarkan data dari Markit, The JPMorgan Global PMI Output Index pada Agustus lalu berada di level 51,5, yang menunjukkan ada tren penurunan pertumbuhan ekonomi global dibandingkan posisi tertinggi yang terjadi pada Februari 2011 yang berada di level 59,1.

Angka PMI Agustus ini merupakan terendah sejak dua tahun lalu ketika PMI berada di atas batas netral,50,0. Pada 2012 prospek perekonomian global diperkirakan masih akan tertekan.

Pada Juni 2011, IMF memproyeksikan pertumbuhan ekonomi global pada 2012 sebesar 4,5 persen, naik tipis dibandingkan proyeksi untuk 2011 sebesar 4,3 persen. Proyeksi untuk 2011 dan 2012 tersebut, itu pun dengan catatan perekonomian China bisa tumbuh 9,5 persen.

Namun, pada 19 September lalu, IMF kembali mengoreksi proyeksinya untuk 2011 dan 2012 menjadi masing-masing hanya empat persen, dengan catatan yang sama: China bisa tumbuh 9,5 persen.

Indonesia Terpapar

Kondisi ekonomi global tersebut tentu tidak menguntungkan bagi Indonesia. Indikasinya sudah terlihat dari kinerja pasar keuangan kita.

Sejak Agustus lalu, IHSG mengalami pelemahan. Beruntung, kondisi fundamental makroekonomi dan mikro emiten kita cukup solid sehingga mampu menahan gejolak yang berlebih, sehingga koreksi yang terjadi relatif minimal.

Indikasi ada kekhawatiran terkait dampak rentetan (contagion effect) krisis AS dan Eropa juga dapat dibaca dari kebijakan yang dikeluarkan pihak otoritas.

Demi menjaga stabilitas perekonomian di tengah meningkatnya ketidakpastian sistem keuangan global, Bank Indonesia (BI misalnya tetap mempertahankan level BI Rate sebesar 6,75 persen). Padahal, BI memiliki peluang untuk menurunkan BI Rate-nya di level 6,50 persen mengingat besarnya ekses likuiditas akibat masuknya dana-dana asing ke Indonesia.

Selain itu, untuk mendorong kegiatan di pasar uang antarbank, BI juga memperlebar batas bawah koridor suku bunga operasi moneter yang semula 100 bps menjadi 150 bps di bawah BI rate.

Saat ini efek yang ditimbulkan akibat ketidakpastian perekonomian global memang masih terbatas. BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal III-2011 akan mencapai 6,6 persen.

Ekspor diperkirakan masih tumbuh cukup tinggi sejalan dengan perkiraan masih tingginya realisasi perdagangan dunia serta harga komoditas dunia. Namun, pengaruh penurunan pertumbuhan ekonomi global diperkirakan akan mulai terasa pada kinerja ekspor kita, setidaknya pada kuartal IV-2011.

Indikasinya sudah dapat terlihat dari penurunan harga komoditas (yang menjadi salah satu penyumbang utama ekspor nonmigas kita) yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir ini.

Sebagai misal, tren harga CPO cenderung turun selama 2011. Bila pada periode Januari– Maret 2011 harga CPO berada di level USD1.251 per ton, selanjutnya turun menjadi USD1.147per ton (April–Juni 2011), dan pada Agustus lalu menjadi USD1.083 per ton.

Berdasarkan proyeksi Bank Dunia, harga CPO pada 2012 akan menurun berada di bawah USD1.000 per ton. Harga minyak mentah dunia juga cenderung turun, di mana harga minyak WTI kini berada di bawah USD90 per barel.

Beruntung minyak mentah kita sebagian besar di ekspor ke pasar Asia, yang masih memperoleh harga yang relatif lebih tinggi. Penurunan harga ini hampir terjadi pada seluruh komoditas primer yang diekspor Indonesia.

Penurunan harga-harga ini terutama dipengaruhi oleh ekspektasi akan menurunnya demand atas berbagai komoditas primer akibat melemahnya ekspektasi pertumbuhan ekonomi global dan tingginya risiko perekonomian global.

Kondisi ini diperkirakan akan menyebabkan melambatnya volume perdagangan dunia, yang akhirnya akan memengaruhi perdagangan luar negeri (khususnya ekspor) Indonesia.

Situasinya diperkirakan akan mirip dengan pelemahan ekspor Indonesia yang terjadi pada 2008,di mana sejak September 2008 hingga kuartal I-2009, ekspor Indonesia mengalami penurunan.

Secara umum, pelemahan sektor perdagangan Indonesia ini akan mengganggu kinerja perekonomian Indonesia. Khusus pada 2011,dampaknya memang relatif rendah karena pertumbuhan ekonomi kita akan tertolong oleh kinerja sektor konsumsi: masyarakat dan pemerintah yang diperkirakan tinggi pada kuartal III dan IV-2011.

Namun, untuk 2012, bila tidak ada effort yang luar biasa,sepertinya kita harus rela menunda obsesi kita untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi tujuh persen, sebagaimana yang menjadi target dalam Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) 2011-2015.

Untuk mencegah dampak penurunan yang lebih dalam akibat perlambatan pertumbuhan ekonomi global, penguatan ekonomi domestik menjadi hal yang vital.

Penulis berpendapat langkah-langkah pengamanan melalui penguatan ekonomi domestik yang pernah ditempuh pada 2009 (sebagai antisipasi krisis global pada 2008), baik di bidang fiskal maupun moneter, tetap relevan untuk kembali diterapkan pada 2012.

Saat ini momentum yang tepat untuk melakukan berbagai penyesuaian atas kebijakan yang ada. RAPBN 2012 sedang dalam pembahasan sehingga terdapat ruang untuk melakukan penyesuaian,misalnya kembali merancang insentif fiskal.

BI juga masih memiliki ruang yang cukup dengan memanfaatkan instrumen suku bunga serta bauran kebijakan moneter dan makroprudensial lainnya untuk memitigasi potensi penurunan kinerja perekonomian.

Termasuk pula, pembahasan undang-undang tentang Jaring Pengaman Sistem Keuangan (JPSK) juga harus dituntaskan agar kita miliki protokol yang jelas dalam penanganan krisis sistem keuangan. Jadi, jangan sampai kita kehilangan momentum.

SUNARSIP
Ekonom Kepala The Indonesia Economic Intelligence (IEI)
(Koran SI/Koran SI/ade)